RUMAH ADAT PAPUA HONAI

Indonesia adalah negara dengan banyak suku. Hasilnya adalah Indonesia memiliki banyak rumah tradisional, bahasa, pakaian dan banyak lagi. Rumah adat suku dani di papua disebut Honai. Berbagi informasi tentang rumah adat yang disebut Honai Papua.

Papua merupakan istilah umum untuk berbagai masyarakat adat dari New Guinea dan pulau-pulau tetangga, penutur bahasa Papua. Mereka sering dibedakan etnis dan bahasa Austronesia dari, speaker dari rumpun bahasa diperkenalkan ke New Guinea sekitar tiga ribu tahun yang lalu.


Dalam sebuah studi 2005 dari ASPM varian gen, Mekel-Bobrov et al. menemukan bahwa orang-orang Papua memiliki salah satu tingkat tertinggi yang baru berkembang ASPM haplogroup D, di 59,4% terjadinya alel sekitar 6.000 tahun. [1] Meskipun belum diketahui persis apa keuntungan selektif disediakan oleh gen ini varian, D alel haplogroup diduga dipilih positif pada populasi dan untuk memberikan beberapa keuntungan substansial yang menyebabkan frekuensi meningkat dengan cepat.

Menurut berbagai penelitian, orang-orang Papua, Melanesia lainnya, dan Aborigin Australia adalah manusia modern hanya dikenal yang nenek moyangnya prasejarah kawin dengan hominin Denisova, dengan siapa mereka berbagi 3-5% dari genom mereka
Rumah Papua yang disebut Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau reeds. bentuknya seperti jamur. Honai rumah sengaja dibangun ruang sempit atau ruangan kecil dan jendela untuk menahan pegunungan dingin Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan di tengah-tengah rumah disiapkan tempat untuk membangun api untuk menghangatkan mereka.
Arsitektur rumah tradisional Honai memiliki atap berbentuk kerucut yang terbuat dari Jerai atau gulma. Honai rumah ukuran umumnya kecil, dengan ketinggian sekitar 2,5 meter dan tidak ada windows. Tujuannya adalah untuk menahan pegunungan dingin. Di tengah biasanya ada tempat untuk membuat api unggun.

Honai dibagi menjadi tiga jenis yaitu honai untuk laki-laki (honai) untuk wanita (Ebei), dan babi (Wamai). Honai biasanya memiliki dua tingkat lantai dihubungkan dengan tangga. Rumah Honai suku rumah tradisional dengan rumah adat kesederhanaan arsitektur dapat ditemukan di lembah-lembah dan pegunungan di tengah pulau Papua, Puncak Jaya dalam iklim yang cukup dingin, ketinggian yang. 2.500 meter di atas permukaan laut. Inilah yang membuat kebiasaan ini rumah dirancang putaran Honai Papua dan pendek, bekerja untuk mengurangi angin dingin bertiup dari pegunungan.
Fungsi Honai: Sebagai tempat tinggal, sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat perang, mendidik dan menyarankan anak-anak untuk menjadi berguna di masa depan, merencanakan atau mengatur strategi perang untuk menjadi sukses dalam pertempuran atau perang dan tempat alat atau simbol masyarakat adat toko yang telah menduduki sejak sebelum Dani filosofi Honai Berputar-putar rumah honai memiliki filosofi yang dipegang teguh oleh perusahaan Dani, yang mencerminkan nilai-nilai diturunkan dari generasi ke generasi, sebagai berikut: Persatuan dan unit maksimal untuk mempertahankan dan mengirimkan budaya, etnis, martabat, harga diri dipertahankan oleh nenek moyang masa lalu hingga saat ini. Signifikan satu hati, satu pikiran dan tujuan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Honai rumah memiliki satu pintu dan kecil, biasanya tanpa jendela dan ventilasi untuk aman dari binatang dan menjaga suhu ruangan tetap hangat. Tengah ruangan ada sebuah tungku yang digunakan untuk memasak dan untuk pemanas ruangan. Selain sebagai tempat berkumpul bagi keluarga.
 
Sumber Referensi: http://www.rumah-adat.com/2014/08/rumah-adat-papua.html
Home » 6. Maluku dan Papua » Rumah Adat » Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Administrator Add Comment 6. Maluku dan Papua, Rumah Adat Jumat, 14 Oktober 2016 Rumah Adat Papua / Papua adalah provinsi yang berada paling timur dalam wilayah Indonesia. Dengan wilayah seluas 309.934,4 km2, provinsi ini menjadi provinsi terluas di Indonesia. Saking luasnya, masyarakat Papua yang hidup dari latar belakang suku berbeda, hidup terpencar-pencar. Suku asli masyarakat Papua sendiri berjumlah ratusan dengan beberapa suku mayoritas di antaranya suku Dani, Damal, Amungme, Arfak, Asmat, Yali, dan lain sebagainya. Masing-masing suku ini memiliki adat dan istiadat yang berbeda-beda. Kendati begitu, di antara adat istiadat tersebut terdapat beberapa kesamaan, misalnya dari sisi rumah adat yang biasanya mereka gunakan untuk bertahan hidup di iklim Papua yang dingin. Rumah Adat Papua Rumah adat Papua tersebut bernama rumah Honai. Rumah Honai sendiri sebutan bagi rumah para pria Papua dewasa yang berbentuk seperti kerucut dan dibangun dari material yang murni 100% dari alam. Berdasarkan fungsinya sendiri, rumah Honai dapat dibedakan menjadi 3, yaitu rumah bagi Pria (yang disebut Honai), rumah bagi wanita (Ebei), dan rumah yang khusus digunakan untuk kandang hewan atau babi (Wamai). Ketiga jenis rumah Honai ini dari strukturnya terlihat sama persis, hanya saja untuk rumah yang dikhususkan bagi pria ukurannya biasanya lebih tinggi. Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya 1. Struktur Honai Rumah Adat Papua Berbeda dengan kebanyakan rumah adat di Indonesia yang berstruktur panggung, rumah Honai sendiri memiliki lantai berupa tanah. Lantai rumah honai ada 2, lantai pertama yang beralas tanah biasanya digunakan untuk tempat berkumpul, bermusyawarah, dan beraktivitas saat malam hari, dan lantai kedua yang beralas papan digunakan untuk tempat tidur. Untuk menghubungkan lantai pertama dan kedua, digunakan sebuah tangga yang terbuat dari kayu, sementara itu di tengah lantai pertama biasanya juga terdapat tempat membakar kayu (membuat api unggun) yang digunakan untuk menghangatkan ruangan saat malam hari. Rumah honai berukuran sempit yaitu tinggi sekitar 3 meter dan diameter sekitar 5 meter. Meski sempit, rumah adat Papua ini diisi oleh banyak orang antara 5 sd 10 orang, hal ini dimaksudkan agar suhu di dalam rumah bisa tetap terjaga hangat. Untuk menjaga suhu tetap hangat, rumah honai juga tidak dilengkapi dengan jendela. Pintu rumah adat ini pun hanya ada 1 buah terletak di bagian depan rumah. Karena desain seperti ini, terlebih saat malam api unggun dinyalakan di dalam rumah, maka rumah ini akan terasa begitu pengap terutama bagi mereka yang pertama kali memasukinya. Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Secara keseluruhan, rumah Honai dibuat dari material yang bisa diperoleh dari alam. Tiang-tiang penyangga rangka atap terbuat dari kayu bulatan berukuran kecil, dindingnya terbuat dari bilah papan bagian luar, lantai kedua terbuat dari papan, sementara atapnya yang melengkung terbuat dari jerami atau alang-alang kering. 2. Makna Filosofis Rumah Honai Bagi masyarakat adat Papua, Honai bukan hanya sekedar bangunan rumah tempat tinggal semata. Rumah honai bagi mereka juga dianggap sebagai tempat pengajaran kehidupan. Rumah honai untuk pria digunakan sebagai tempat untuk mendidik para pemuda tentang cara bertahan hidup dan menjadi pria sejati yang bertanggung jawab atas kehidupan kelompoknya, sementara rumah Ebei untuk wanita digunakan sebagai tempat pengajaran bagi para gadis dan anak perempuan tentang cara mengurus rumah tangga dan bagaimana menjadi wanita seutuhnya setelah mereka kelak menikah dan memiliki anak. Demikian pemaparan yang dapat kami sampaikan tentang arsitektur rumah adat Papua yang bernama Rumah Honai. Semoga dapat dengan mudah dipahami dan dapat menambah wawasan budaya Anda terutama tentang kehidupan masyarakat Papua.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/10/rumah-adat-papua-rumah-honai-gambar-dan.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 6. Maluku dan Papua » Rumah Adat » Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Administrator Add Comment 6. Maluku dan Papua, Rumah Adat Jumat, 14 Oktober 2016 Rumah Adat Papua / Papua adalah provinsi yang berada paling timur dalam wilayah Indonesia. Dengan wilayah seluas 309.934,4 km2, provinsi ini menjadi provinsi terluas di Indonesia. Saking luasnya, masyarakat Papua yang hidup dari latar belakang suku berbeda, hidup terpencar-pencar. Suku asli masyarakat Papua sendiri berjumlah ratusan dengan beberapa suku mayoritas di antaranya suku Dani, Damal, Amungme, Arfak, Asmat, Yali, dan lain sebagainya. Masing-masing suku ini memiliki adat dan istiadat yang berbeda-beda. Kendati begitu, di antara adat istiadat tersebut terdapat beberapa kesamaan, misalnya dari sisi rumah adat yang biasanya mereka gunakan untuk bertahan hidup di iklim Papua yang dingin. Rumah Adat Papua Rumah adat Papua tersebut bernama rumah Honai. Rumah Honai sendiri sebutan bagi rumah para pria Papua dewasa yang berbentuk seperti kerucut dan dibangun dari material yang murni 100% dari alam. Berdasarkan fungsinya sendiri, rumah Honai dapat dibedakan menjadi 3, yaitu rumah bagi Pria (yang disebut Honai), rumah bagi wanita (Ebei), dan rumah yang khusus digunakan untuk kandang hewan atau babi (Wamai). Ketiga jenis rumah Honai ini dari strukturnya terlihat sama persis, hanya saja untuk rumah yang dikhususkan bagi pria ukurannya biasanya lebih tinggi. Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya 1. Struktur Honai Rumah Adat Papua Berbeda dengan kebanyakan rumah adat di Indonesia yang berstruktur panggung, rumah Honai sendiri memiliki lantai berupa tanah. Lantai rumah honai ada 2, lantai pertama yang beralas tanah biasanya digunakan untuk tempat berkumpul, bermusyawarah, dan beraktivitas saat malam hari, dan lantai kedua yang beralas papan digunakan untuk tempat tidur. Untuk menghubungkan lantai pertama dan kedua, digunakan sebuah tangga yang terbuat dari kayu, sementara itu di tengah lantai pertama biasanya juga terdapat tempat membakar kayu (membuat api unggun) yang digunakan untuk menghangatkan ruangan saat malam hari. Rumah honai berukuran sempit yaitu tinggi sekitar 3 meter dan diameter sekitar 5 meter. Meski sempit, rumah adat Papua ini diisi oleh banyak orang antara 5 sd 10 orang, hal ini dimaksudkan agar suhu di dalam rumah bisa tetap terjaga hangat. Untuk menjaga suhu tetap hangat, rumah honai juga tidak dilengkapi dengan jendela. Pintu rumah adat ini pun hanya ada 1 buah terletak di bagian depan rumah. Karena desain seperti ini, terlebih saat malam api unggun dinyalakan di dalam rumah, maka rumah ini akan terasa begitu pengap terutama bagi mereka yang pertama kali memasukinya. Rumah Adat Papua (Rumah Honai), Gambar, dan Penjelasannya Secara keseluruhan, rumah Honai dibuat dari material yang bisa diperoleh dari alam. Tiang-tiang penyangga rangka atap terbuat dari kayu bulatan berukuran kecil, dindingnya terbuat dari bilah papan bagian luar, lantai kedua terbuat dari papan, sementara atapnya yang melengkung terbuat dari jerami atau alang-alang kering. 2. Makna Filosofis Rumah Honai Bagi masyarakat adat Papua, Honai bukan hanya sekedar bangunan rumah tempat tinggal semata. Rumah honai bagi mereka juga dianggap sebagai tempat pengajaran kehidupan. Rumah honai untuk pria digunakan sebagai tempat untuk mendidik para pemuda tentang cara bertahan hidup dan menjadi pria sejati yang bertanggung jawab atas kehidupan kelompoknya, sementara rumah Ebei untuk wanita digunakan sebagai tempat pengajaran bagi para gadis dan anak perempuan tentang cara mengurus rumah tangga dan bagaimana menjadi wanita seutuhnya setelah mereka kelak menikah dan memiliki anak. Demikian pemaparan yang dapat kami sampaikan tentang arsitektur rumah adat Papua yang bernama Rumah Honai. Semoga dapat dengan mudah dipahami dan dapat menambah wawasan budaya Anda terutama tentang kehidupan masyarakat Papua.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/10/rumah-adat-papua-rumah-honai-gambar-dan.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar