PAKAIAN ADAT KHAS PAPUA

Pakaian Adat Papua

pakaian adat papua
Gambar baju adat Papua | ikimystyle16.blogspot.com
Baju tradisi atau pakaian adat Papua memang terlihat unik daripada pakaian adat daerah lainnya. Dari baju khas Papua ini kita bisa jumpai beberapa kostum Papua dengan corak yang berbeda dengan ciri-ciri khasnya.

Rok Rumbai Papua

rok rumbai papua
bukalapak.com
Masyarakat Papua biasanya memakai pakaian adat dengan rok rumbai. Rok rumbai ini dibuat dari susunan daun sagu kering. Rok rumbai dari asmat tersebut dipakai untuk menutupi bagian tubuh tertentu misalnya bagian bawah tubuh. Rok rumbai ini selain digunakan oleh wanita juga bisa digunakan untuk pria.

Hiasan Rumbai pada Kepala

topi rumbai papua
timikakaunique.blogspot.co.id
Sedangkan di bagian kepala, orang Papua memakai hiasan rumbai-rumbai yang bentuknya mirip mahkota. Dan hiasan atau topi kepala ini terbuat dari bahan bulu burung Kasuari dan bulu yang warna putih dari bulu kelinci.
Topi rumbai Papua ini bentuknya sangat unik, dan biasa ini juga digunakan juga kepala suku di daerah setempat.

Aksesoris dari Gigi Anjing dan Taring Babi

kalung taring babi papua
indonesiakaya.com
Aksesoris dari pakaian Papua yang sering digunakan yaitu taring babi dan gigi anjing. Gigi anjing ini dibuat hiasan pada kalung dan taring babi terkadang dilekatkan di antara lubang hidung. Dan pastinya taring babi ini bukan jenis babi ternak seperti di kota lainnya. Biasanya orang Papua dapat taring babi ini dari hasil berburu di hutan. Dengan begitu jadi tidak heran jika peternakan babi di Papua sangat berkembang.
Babi adalah salah satu makanan kegemaran orang Papua. Babi dan anjing sebagai binatang yang akrab dengan keseharian orang Papua. Dan anjing juga dijadikan menu makanan untuk dikonsumsi seperti halnya babi dan giginya dibuat kalung.

Koteka

Koteka papua
adatnusantara.xyz
Koteka merupakan pakaian adat Papua untuk laki-laki. Koteka ini digunakan untuk menutup bagian kemaluan atau alat vital. “Koteka” artinya pakaian, dan nama ini dipakai dari suatu suku di Paniai. Nama dari koteka pun dari berbagai suku juga berbeda

misalnya dari suku-suku di daerah pegunungan Jayawijaya yang mempunyai penyebutan nama yang berbeda, yaitu holim atau horim. Pemakaian sebuah koteka ini mempunyai variasi yang masing-masing di antara suku-suku tertentu. Dan untuk orang Yali memakai koteka yang panjang, sedangkan orang Tiom menggunakan doubel atau dua koteka.
Untuk Koteka sendiri berbentuk selongsong yang mengerucut di bagian depannya dan diikatkan di pinggang sampai mengarah ke atas. Ukuran dari koteka sendiri sebenarnya beragam, biasanya semakin tinggi kedudukan seorang laki-laki terhadap adatnya, maka ukuran kotekanya juga semakin besar.
Koteka tersebut dibuat dari buah labu air tua yang dikeringkan lalu di buang bagian dalamnya (biji dan daging buah). Buah labu air yang tua menjadi pilihan karena buah tersebut lebih keras dan lebih awet daripada labu air muda. Pada buah labu air tua tersebut dilakukan pengeringan supaya tidak cepat membusuk dan bisa digunakan sebagai bahan Koteka.

Gambar pada Tubuh Orang Papua

gambar tato papua
boombastis.com
Biasanya pakaian adat papua tidak mengenakan baju atasan, Dan pada tubuhnya terdapat gambar-gambar yang pada umumnya berwarna merah dan putih. Warna merah seperti warna darah sebagai simbol keberanian, sedangkan warna putih seperti warna tulang artinya suci. Warna merah ini berasal dari pasta tanah liat, dan untuk warna putih dari kerang yang dihaluskan. Sekarang, perempuan Papua mulai menggunakan baju atasan karena diharuskan oleh pemerintah Indonesia.
Gambar tubuh ini sudah menjadi tradisi di Papua yang berlangsung secara turun-temurun. Motif gambar yang dibubuhkan mempunyai perbedaan dan ciri tertentu ada setiap suku. biasanya, gambar tubuh tersebut mempunyai motif geometris, garis-garis melingkar atau titik-titik berbentuk segitiga kerucut/tridiagonal yang dibariskan.

Noken atau Tas Anyaman Papua

panah papua
boombastis.com
Orang Papua sering memakai noken, yaitu tas yang dibuat dari bahan anyaman kulit kayu. Fungsi dari tas tersebut digunakan untuk menyimpan umbi-umbian dan sayuran-sayuran. Noken dikaitkan pada kepala, tapi belakangan ini banyak digunakan sebagai tas selempang.
Mahasiswa Papua menggunakan noken tersebut ada kebanggaan tersendiri. Namun dari segi harga noken itu lumayan mahal. Harga noken sekitar ratusan ribu sampai jutaan. Tas ini populer di suku Asmat yang disebut dengan Esse berfungsi sebagai tempat penyimpanan.

Panah Senjata adat Papua

senjata panah papua
radarkota.com
Panah merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia yang berasal dari Papua. Panah dan busur ini sebagai senjata yang diutamakan oleh penduduk asli Papua. Busur dibuat dari bambu atau kayu dan tali busurnya terbuat dari rotan. Sedangkan anak panahnya terbuat dari bambu atau kayu juga. busur dan panah, semuanya ini umum dipakai oleh masyarakat Papua sebagai senjata saat berburu dan melawan musuh.

Perisai Suku Asmat Papua

perisai suku asmat papua
lifestyle.okezone.com
Di provinsi Papua, suku Asmat terkenal dengan kreasi kerajinan tangannya. Salah satu contohnya berupa pahatan kayu yang keindahannya terkenal sampai ke mancanegara. Perisai dengan pahatan kayu yang berbagai motif dan digunakan sebagai persentajaan yang berfungsi untuk berlindung dari serangan hewan buas atau musuh.

Tombak Sebagai Senjata Tradisional Papua

tombak senjata tradisional papua
lenterahidup.net
Salah satu senjata tradisional Papua yaitu tombak. Dari suku yang ada di Papua dan Papua Barat menggunakan tombak ini sebagai senjata untuk berburu binatang. Binatang tersebut untuk bahan makanan atau kebutuhan pangan.
Tombak tersebut dibuat dari bahan alam seperti batu dan kayu dan setiap suku di Papua mempunyai bentuk tombak yang berbeda-beda.

Pisau Belati Papua

pisau belati senjata papua
ripblogspot.blogspot.com
Pisau Belati merupakan senjata tradisional Papua yang terbuat dari tulang kaki burung kasuari. Pisau Belati tersebut diberi hiasan bulu burung kasuari di bagian hulu belati. Pisau ini digunakan berburu binatang dan untuk mengambil sesuatu dari hasil hutan.

Pakaian Adat Papua Barat untuk Pria

baju adat tradisonal papua barat
travel.kompas.com
Baju khas Papua untuk pria atau laki-laki pada zaman dahulu berbeda sekali dengan pakaian adat yang dikenakan dan diperkenalkan saat ini. Zaman dulu, secara umum pria Papua hanya mengenakan rok rumbai yang cara pembuatan dan bahannya sama halnya dengan rok rumbai kaum wanita.
Tapi para pria menggunakan rok rumbai tanpa dilengkapi dengan baju atasan sehingga mereka terlihat bertelanjang dada. Pakaian untuk pria disebut ewer yang dibuat dari kain beludru. Ewer ini berupa celana pendek sebatas lutut dengan penutup di bagian depan sebagai bawahan. Jadi model baju bawahan adat papua ini lebih tertutup.
Beberapa aksesoris sebagai pakaian pria adat Papua yang digunakan untuk menarik penampilan yaitu berupa perlengkapan lainnya seperti panah, perisai, tombak, dan lain-lain.

Pakaian Adat Papua Barat untuk Wanita

baju adat tradisional wanita papua
noviarizkiwrr.blogspot.com
Pakaian adat Papua untuk wanita yaitu berupa rok atau baju karung yang digunakan untuk pakaian bawahannya. Rok tersebut terbuat dari jerami atau serat kering tumbuh-tumbuhan yang pada bagian atasnya dirangkai menggunakan tali. Bagian yang terdapat pada rok tersebut ada 2 lapisan, yaitu dalam sebatas lutut dan lapisan luar lebih pendek.
Dalam mengencangkan ikatan rok, untuk ikat pinggangnya dibuat menggunakan kulit kayu yang diukir dengan motif yang indah. Dan pada umumnya motifnya tersebut tidak rumit misalnya motif kotak bersusun geometris. Sedangkan untuk baju kurung sebagai atasan yang dibuat dari kain beludru dengan kombinasi pernik rumbai bulu pada bagian tepi lengan atau pinggangnya.
Namun baju khas Papua barat tersebut modelnya sudah dipengaruhi budaya luar, dan pakaian ini pada umumnya digunakan masyarakat Papua Barat yang domisilinya di daerah kota Manokwari.
Dan untuk aksesorisnya sendiri baju tradisional Papua Barat untuk wanita biasanya menggunakan gelang, kalung, dan penutup kepala. Pembuatan gelang dan kalungnya terbuat dari biji-bijian keras yang sudah dirangkai dengan seutas benang sedangkan penutup kepalanya dari bulu burung kasuari.
Baca juga adat lainnya : Pakaian Adat Jawa Timur

Contoh Baju Papua Modern

baju papua modern
Contoh gambar pakaian adat Papua modern | adat-tradisonal.blogspot.com
Seiring dengan perkembangannya kota Papua, model dari baju tradisi Papua berubah mengikuti zaman juga. Ada beberapa perubahan dari segi tampilan pada baju tradisional tersebut dan terkesan lebih sopan dan lebih tertutup. Di atas tersebut salah satu contoh untuk baju Papua Modern.
Dan sekarang ini terdapat baju tradisional atasan adat papua menggunakan rompi yang terbuat dari kain dengan model yang sama. Dan biasanya setiap tepi potongan baju ewer pria baik itu celana, rompi, ataupun kain penutupnya dihiasi dengan batas kain yang warnanya terang.

Sumber Referensi:https://dentmasoci.com/pakaian-adat-papua/
Pakaian Adat Papua Secara umum, masyarakat Papua hidup di daerah-daerah yang terisolir. Mereka menyebar di dalam penjuru hutan membentuk komunitas adat secara terpisah. Karena hal ini berlangsung sejak zaman dahulu, perkembangan modernisasi sangat lambat di Papua. Hal ini berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang serba mengandalkan alam, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan sandang. Pakaian Adat Papua Dalam pemenuhan kebutuhan akan sandang, hubungan erat masyarakat Papua dan alam dapat dilihat dari pakaian adat tradisional yang mereka kenakan. Pakaian adat Papua dan aksesorisnya secara keseluruhan terbuat dari 100% bahan alami dengan cara pembuatan yang sangat sederhana. Berikut ini penjelasan dari pakaian-pakaian tersebut. 1. Koteka Koteka adalah sebuah penutup kemaluan sekaligus pakaian adat laki-laki Papua. Pakaian ini berbentuk selongsong yang mengerucut ke bagian depannya. Koteka dibuat dari bahan buah labu air tua yang dikeringkan dan bagian dalamnya (biji dan daging buah) dibuang. Labu air yang tua dipilih karena cenderung lebih keras dan lebih awet dibanding labu air muda, sementara pengeringan dilakukan agar koteka tidak cepat membusuk. Pakaian Adat Papua Beberapa suku menyebut koteka dengan nama hilon, harim, atau bobbe. Koteka digunakan sebagai pakaian sehari-hari maupun sebagai pakaian saat melakukan upacara adat dengan cara diikat ke pinggang menggunakan seutas tali sehingga ujung koteka mengacung ke atas. Khusus untuk yang dikenakan saat acara adat, koteka yang digunakan biasanya berukuran panjang serta dilengkapi dengan ukiran-ukiran etnik. Sementara untuk yang dikenakan saat bekerja dan aktivitas sehari-hari koteka yang digunakan biasanya lebih pendek. Pakaian Adat Papua Di antara jenis pakaian adat Papua lainnya, koteka menjadi yang paling populer, bahkan bagi masyarakat dunia. Turis-turis yang datang ke Papua biasanya akan membeli koteka dan menjadikannya sebagai cendera mata khas Papua. 2. Rok Rumbai Jika para pria mengenakan koteka, maka para wanita Papua akan mengenakan rok rumbai. Rok rumbai adalah pakaian adat Papua berupa rok yang terbuat dari susunan daun sagu kering yang digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah. Dalam beberapa kesempatan, selain dikenakan wanita, rok rumbai juga bisa dikenakan para pria. Rok rumbai umumnya akan dilengkapi dengan hiasan kepala dari bahan ijuk, bulu burung kasuari, atau anyaman daun sagu. Pakaian Adat Papua Baik saat menggunakan koteka maupun rok rumbai, orang Papua pada umumnya tidak akan menggunakan baju atasan seperti orang-orang suku lain yang menggunakan pakaian adatnya. Orang papua hanya akan menyamarkan tubuh bagian atasnya menggunakan lukisan-lukisan atau tatto yang dibuat dari tinta alami. Motif tatonya sendiri sangat beragam. Namun umunya tidak jauh dari bentuk flora dan fauna khas Papua. Baca Juga : Pakaian Adat Bali 3. Perlengkapan Lain Pakaian Adat Papua Selain koteka dan rok rumbai, orang-orang suku asli Papua juga mengenal aksesoris lain yang digunakan untuk mempercantik penampilannya saat mengenakan pakaian adat. Pelengkap pakaian adat Papua tersebut misalnya manik-manik dari kerang, taring babi yang dilekatkan di antara lubang hidung, gigi anjing yang dikalungkan di leher, tas noken (tas dari anyaman kulit kayu untuk wadah umbi-umbian atau sayuran yang dikenakan di kepala), serta senjata tradisonal adat Papua yaitu berupa tombak, panah, dan sumpit. Pakaian Adat Papua

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-papua-dan-penjelasannya.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Pakaian Adat Papua Secara umum, masyarakat Papua hidup di daerah-daerah yang terisolir. Mereka menyebar di dalam penjuru hutan membentuk komunitas adat secara terpisah. Karena hal ini berlangsung sejak zaman dahulu, perkembangan modernisasi sangat lambat di Papua. Hal ini berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang serba mengandalkan alam, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan sandang. Pakaian Adat Papua Dalam pemenuhan kebutuhan akan sandang, hubungan erat masyarakat Papua dan alam dapat dilihat dari pakaian adat tradisional yang mereka kenakan. Pakaian adat Papua dan aksesorisnya secara keseluruhan terbuat dari 100% bahan alami dengan cara pembuatan yang sangat sederhana. Berikut ini penjelasan dari pakaian-pakaian tersebut. 1. Koteka Koteka adalah sebuah penutup kemaluan sekaligus pakaian adat laki-laki Papua. Pakaian ini berbentuk selongsong yang mengerucut ke bagian depannya. Koteka dibuat dari bahan buah labu air tua yang dikeringkan dan bagian dalamnya (biji dan daging buah) dibuang. Labu air yang tua dipilih karena cenderung lebih keras dan lebih awet dibanding labu air muda, sementara pengeringan dilakukan agar koteka tidak cepat membusuk. Pakaian Adat Papua Beberapa suku menyebut koteka dengan nama hilon, harim, atau bobbe. Koteka digunakan sebagai pakaian sehari-hari maupun sebagai pakaian saat melakukan upacara adat dengan cara diikat ke pinggang menggunakan seutas tali sehingga ujung koteka mengacung ke atas. Khusus untuk yang dikenakan saat acara adat, koteka yang digunakan biasanya berukuran panjang serta dilengkapi dengan ukiran-ukiran etnik. Sementara untuk yang dikenakan saat bekerja dan aktivitas sehari-hari koteka yang digunakan biasanya lebih pendek. Pakaian Adat Papua Di antara jenis pakaian adat Papua lainnya, koteka menjadi yang paling populer, bahkan bagi masyarakat dunia. Turis-turis yang datang ke Papua biasanya akan membeli koteka dan menjadikannya sebagai cendera mata khas Papua. 2. Rok Rumbai Jika para pria mengenakan koteka, maka para wanita Papua akan mengenakan rok rumbai. Rok rumbai adalah pakaian adat Papua berupa rok yang terbuat dari susunan daun sagu kering yang digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah. Dalam beberapa kesempatan, selain dikenakan wanita, rok rumbai juga bisa dikenakan para pria. Rok rumbai umumnya akan dilengkapi dengan hiasan kepala dari bahan ijuk, bulu burung kasuari, atau anyaman daun sagu. Pakaian Adat Papua Baik saat menggunakan koteka maupun rok rumbai, orang Papua pada umumnya tidak akan menggunakan baju atasan seperti orang-orang suku lain yang menggunakan pakaian adatnya. Orang papua hanya akan menyamarkan tubuh bagian atasnya menggunakan lukisan-lukisan atau tatto yang dibuat dari tinta alami. Motif tatonya sendiri sangat beragam. Namun umunya tidak jauh dari bentuk flora dan fauna khas Papua. Baca Juga : Pakaian Adat Bali 3. Perlengkapan Lain Pakaian Adat Papua Selain koteka dan rok rumbai, orang-orang suku asli Papua juga mengenal aksesoris lain yang digunakan untuk mempercantik penampilannya saat mengenakan pakaian adat. Pelengkap pakaian adat Papua tersebut misalnya manik-manik dari kerang, taring babi yang dilekatkan di antara lubang hidung, gigi anjing yang dikalungkan di leher, tas noken (tas dari anyaman kulit kayu untuk wadah umbi-umbian atau sayuran yang dikenakan di kepala), serta senjata tradisonal adat Papua yaitu berupa tombak, panah, dan sumpit. Pakaian Adat Papua

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-papua-dan-penjelasannya.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar